JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak asap yang dapat mengganggu kualitas udara di wilayah Kota Jambi.
Langkah tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (24/8/2026).
Rakor tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi Dr. Kamin, Dandim 0415/Jambi Letkol Inf. Putra Negara, serta unsur perangkat daerah dan lembaga terkait.
Maulana mengatakan, meski Kota Jambi tidak memiliki kawasan hutan yang luas, potensi kebakaran tetap harus diantisipasi. Terlebih, kebakaran yang terjadi di wilayah sekitar Kota Jambi berpotensi membawa asap hingga masuk ke wilayah perkotaan.
“Yang harus kita antisipasi adalah kebakaran di daerah tetangga. Namun, yang perlu menjadi perhatian kita adalah kebakaran permukiman dan kesiapan armada pemadam kebakaran,” ujar Maulana.
Untuk memperkuat sistem penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi akan menyiapkan posko terpadu yang melibatkan seluruh unsur terkait. (*)

















Discussion about this post