Jakarta, Sitimang.com – Basmah binti Saud (56), putri dari Kerajaan Arab Saudi ini menjadi perhatian karena dipenjara oleh otoritas setempat.
Penahanan terhadap dirinya menjadi viral karena ia mengunggah sebuah permohonan melalui cuitan Twitter yang ditujukan kepada pamannya, Raja Salman bin Abdulaziz, untuk meminta dibebaskan dari penjara.
Dilansir dari kumparan.com, Putri Basmah dalam cuitannya mengatakan, ia ditahan secara sewenang-wenang di penjara al-Ha’ir dan kini kesehatannya sedang memburuk.
“Seperti yang Anda ketahui, saya saat ini ditahan secara sewenang-wenang di penjara al-Ha’ir tanpa kriminal, atau tuntutan apa pun terhadap saya,” demikian isi tweet yang diunggah di akun terverifikasi Putri Basmah, pada Rabu (15/4).
Dalam cuitan lain, ia juga meminta raja dan putranya, Putra Mahkota Muhammad bin Salman, untuk meninjau kasus dan membebaskannya karena ia merasa tidak bersalah.
“Kesehatan saya memburuk sampai tingkat yang parah, dan itu bisa menyebabkan kematian. Saya belum menerima perawatan medis atau bahkan balasan surat-surat yang saya kirim dari penjara ke Pengadilan Kerajaan. Saya diculik tanpa penjelasan bersama dengan salah satu anak perempuan saya, dan dijebloskan ke penjara.”
Cuitan itu langsung di-retweet oleh kantor media asing bersamaan dengan tautan ke beberapa artikel mengenai dugaan penahanannya tahun lalu. Namun sayang, cuitan tersebut kini telah menghilang dan hingga saat ini belum ada komentar langsung dari otoritas Arab Saudi mengenai cuitan sang putri.
Basmah binti Saud sendiri adalah putri bungsu Raja Saud, yang memerintah Arab Saudi pada 1953-1964. Dia telah memantapkan dirinya selama bertahun-tahun sebagai advokat terkemuka dalam kerajaan Saudi untuk masalah kemanusiaan dan reformasi konstitusi.
Pada 2008 lalu, Putri Basmah pernah mendirikan sebuah perusahaan bernama Media Ecco dan menulis sebuah buku berjudul ‘The Fourth Way’. Buku itu mengemukakan empat pilar penting untuk kemajuan hak asasi manusia; seperti keamanan, kebebasan, kesetaraan, dan pendidikan. Selain buku, sang putri juga sering menulis artikel tentang kemajuan hak asasi manusia di surat kabar Arab Saudi yaitu Al Madina, al-Hayat, dan al-Ahram.
Menurut sebuah laporan, pada Maret 2019 lalu, Putri Basmah mencoba terbang ke Swiss untuk menerima perawatan medis menggunakan pesawat pribadi. Namun, pesawat tersebut tidak pernah benar-benar berangkat, dan semenjak kejadian itulah sang putri tidak pernah dilihat atau didengar oleh publik.
Seorang anggota keluarga yang dekat dengan Putri Basmah mengatakan kepada Insider bahwa ia dikirim ke penjara al-Ha’ir oleh otoritas keamanan Arab Saudi. Penangkapan itu dilakukan atas tuduhan pembelian paspor palsu.
Lebih lanjut, anggota kerajaan juga mengatakan bahwa penahanan Putri Basmah merupakan sebuah upaya untuk menggagalkan usahanya dalam mendapatkan aset beku yang dijanjikan kepada ayahnya, Raja Saud. Kabarnya, aset itu didapat dari sang kakek, Raja Abdul Aziz bin Saud (Raja Arab Saudi pertama sekaligus pendiri negara tersebut).
“Aset itu bernilai miliaran Euro,” tegas seorang sumber yang dekat dengan Putri Basmah kepada Insider.
Sumber: kumparan
Discussion about this post