ADVERTISEMENT
Sunday | October 4, 2026
  • ADVERTORIAL
  • SELOKO
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUARO JAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAI PENUH
    • TANJABBAR
    • TANJABTIM
    • TEBO
  • METROPOLIS
  • INTERNASIONAL
  • HIBURAN
  • OPINI
  • RAGAM
  • RELIGI
Mengabarkan & Terpercaya
Advertisement
  • ADVERTORIAL
  • SELOKO
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUARO JAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAI PENUH
    • TANJABBAR
    • TANJABTIM
    • TEBO
  • METROPOLIS
  • INTERNASIONAL
  • HIBURAN
  • OPINI
  • RAGAM
  • RELIGI
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • SELOKO
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUARO JAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAI PENUH
    • TANJABBAR
    • TANJABTIM
    • TEBO
  • METROPOLIS
  • INTERNASIONAL
  • HIBURAN
  • OPINI
  • RAGAM
  • RELIGI
No Result
View All Result
Mengabarkan & Terpercaya
No Result
View All Result

Sejarah Mudik di Indonesia

by PISTOL
04/05/2022
in METROPOLIS, RAGAM
Reading Time: 2 mins read
0
1
VIEWS
ShareTweetSend

Jambi, Sitimang.id – Tradisi mudik merupakan salah satu tradisi terbesar yang dilakukan di Indonesia dan hampir semua orang melakukannya tiap tahun. Biasanya tradisi mudik dilakukan menjelang berakhirnya bulan puasa dan masyarakat berbondong-bondong merayakan hari lebaran di kampung halaman.

Lantas sejak kapan tradisi mudik dikenal di Indonesia? Menurut sejarawan Muhammad Yuanda Zara, tradisi mudik terjadi setelah Indonesia mengikrarkan kemerdekaannya, tepatnya sekitar tahun 1950-an.

Saat itu, pusat dari fenomena mudik terjadi di Jakarta dikarenakan posisinya sebagai pusat pemerintahan sekaligus ibukota RI. Ditambah lagi, masyarakat dari berbagai daerah beramai-ramai datang membanjiri Jakarta untuk mengadu nasib serta mencari peruntungan.

Dilansir dari Historia.id, berdasarkan statistik kependudukan tahun 1948-1949, jumlah penduduk Jakarta hanya 800.000 jiwa. Setelah tahun 1950-an, penduduk yang tinggal di Jakarta melonjak menjadi 1,4 juta jiwa karena kehadiran para pendatang yang berasal dari berbagai daerah.

“Setelah beberapa tahun tinggal, para pendatang ini memiliki kerinduan terhadap kampung halamannya. Mereka sudah bekerja dan memperoleh penghasilan di kota, berharap bisa menggunakan uang yang telah dikumpulkan di kampungnya. Dari situlah muncul fenomena mudik secara massal yang dilakukan para pekerja di Jakarta,” urainya dalam “Serba-Serbi Mudik Sejak Dahulu Kala”, seperti yang dilansir dari Historia.id.

Berdasarkan penelusuran Yuanda Zara, istilah mudik pertama kali dipakai sebagai sebuah kata dalam ruang publik Indonesia baru pada 1983. Sebelumnya, masyarakat menggunakan berbagai istilah untuk menyebut kegiatan mudik tersebut. Mulai dari “pulang ke kampung halaman”, “bersilaturahmi dengan keluarga besar”, “halal bi halal dengan keluarga di daerah”, dan sebagainya.

Menurutnya, istilah mudik juga muncul berkenaan dengan kegiatan pulang kampung di Yogyakarta. Dalam sebuah surat kabar tahun 1983, menjelang lebaran, ada kisah tentang para pembantu yang berasal dari kawasan Jalan Kaliurang, dekat lereng Merapi di sebelah utara, bekerja di pusat kota Yogyakarta di sebelah selatan.

Pada sebuah wawancara, mereka menggunakan kata “mudik” untuk menunjukkan kegiatan mereka kembali ke rumahnya di Kaliurang. Dari situlah kemudian kata mudik mulai banyak dipakai

“Jadi memang mudik itu pulang dari kota ke bagian hulunya (desa),” kata Yuanda Zara.

Sumber: historia

Tags: Lebaranlebaran 2022Mudikmudik lebaranSejarahsejarah mudik

Related Posts

Antisipasi Krisis Air, Kemas Faried Minta Perusahaan Kerahkan Tangki Air

28/08/2026

DPRD Kota Jambi Soroti Rencana Suntik Rp10 Miliar Pemkot Jambi ke Bank Jambi

27/08/2026

Peduli Kesehatan Warga, DPRD Kota Jambi Turun Bagikan 2.000 Masker

26/08/2026

Kabut Asap Kian Tebal, Keselamatan Anak Jadi Alasan DPRD Kota Jambi Bahas Libur Sekolah

24/08/2026

Waka DPRD Kota Jambi dan Komunitas Senam yang Menyatukan Warga Paal Lima

17/08/2026

DPRD Kota Jambi Mulai Kunci Arah APBD 2027, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

14/08/2026
Next Post

TBJ Fasilitasi Pertunjukan Teater dari Sanggar Seni Kampus Biru

TBJ Kaji Keunikan Tari Pisang

Lima Perusahaan Batubara di Batanghari Beroperasi Tak Sesuai Izin

Sambut Lebaran, Honda Berikan Promo Kemenangan

Lakalantas di Muba, Jalur Palembang-Jambi Macet Total

Discussion about this post

Media Partner

Ads

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-6217284812823113″
crossorigin=”anonymous”></script>

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2020 Sitimang - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • SELOKO
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUARO JAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAI PENUH
    • TANJABBAR
    • TANJABTIM
    • TEBO
  • METROPOLIS
  • INTERNASIONAL
  • HIBURAN
  • OPINI
  • RAGAM
  • RELIGI

© 2020 Sitimang - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.