KotaJambi, Sitimang.com – Sejumlah gerobak dan lapak pedagang di kawasan taman Monumen Tugu Juang ditertibkan oleh Satpol-PP Kota Jambi yang di dampingi langsung oleh Lurah Selamat, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Ezwin Kurniawan, Senin (11/01/21).
Lurah Selamat mengatakan penertiban yang dilakukan ini karena para pedagang sudah diberitahukan dilarang berjualan di badan jalan kawasan Tugu Juang.
“Kami selaku kelurahan telah menghimbau seluruh PKL yang ada di Tugu Juang agar tidak berjualan di bahu jalan atau badan jalan. Itu sudah kami peringatkan, baik peringatan satu hingga Tiga. Hari ini adalah puncaknya, dan kami lakukan penertiban bersama tim Satpol PP,” sebut Ezwin.
Dirinya menegaskan, pemberitahuan dilarangnya jualan tersebut sudah lama diberitahukan. Bahkan, beberapa peringatan terus di sampaikan pihak kelurahan.
“Pemberitahuannya sudah lama, sudah berkali kali kita beri peringatan. Itu sudah semuanya,” ujarnya.
Penertiban ini dilakukan di kawasan Tugu Juang Kecamatan Selamat ini menertibkan pedagang masker, Parfum, penjual durian dan es jagung.
“Semuanya akan kita tertibkan, tidak ada tebang pilih. Jika masih ada yang jualan, nanti itu ditindaklanjuti oleh Satpol PP. Kita leanding sektor-nya hanya surat pemberitahuan bahwa di sini tidak boleh jualan,” jelas Ezwin.
Ezwin mengatakan, penertiban ini berdasarkan Perda nomor 47 tentang Ketertiban Umum dan Perda 12 tahun 2016 tentang PKL.
Sementara untuk malam hari, menurut Ezwin pedagang boleh berjualan dengan tetap menjaga kebersihan.
“Untuk malam hari tidak boleh juga, namun masyarakat mau mencari nafkah, tapi boleh dimulai dari jam 4 atau 5 sore boleh berjualan di sini. Tapi tetap jaga kebersihan,” paparnya.
Dalam penertiban yang dilakukan terhadap pedagang berjalan kondusif. ” Kondusif, tidak ada kendala karena sudah diperingatkan berkali kali,” pungkasnya.
Disisi lain, para pedagang tetap mengeluh karena dilarang jualan serta gerobaknya dipindah paksa oleh petugas.
” Kami jualan di sini untuk cari makan pak, bukan untuk cari kaya. Kalau kami tidak boleh jualan di sini, kami jualan dimana,” kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Penjaga Tugu Juang, Rusli juga memprotes atas tindakan yang dilakukan kelurahan dan petugas karena beberapa pedagang tersebut masih keluarganya.
Rusli tetap mengikuti aturan pemerintah, namun dirinya menyesali dalam penerbitan tersebut terkesan tebang pilih karena ada beberapa tempat jualan yang tidak dibongkar dan hanya pemberitahuan lisan saja. Sementara, gerobak jualan keluarganya diangkat paksa oleh petugas.
” Ini tebang pilih, di sini kami jualan untuk cari makan. Kalau memang penertiban, kenapa beberapa lapak yang lain tidak dibongkar. Itu kan masih di pinggir pagar taman Tugu Juang juga dan di bahu jalan,” pungkasnya. (Alra)
Discussion about this post