Jambi, Sitimang.com – Menimba ilmu di negeri orang bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan komitmen pun keseriusan.
Namun begitu, bagi para mahasiswa maupun para sarjana yang bermimpi berkuliah di luar negeri bisa diwujudkan asalkan mau mencari beragam tawaran beasiswa dari berbagai lembaga pendidikan.
Pengalaman dan suka-duka berjuang menyelesaikan gelar pasca sarjana serta Doctor of Philosophy (PhD) di luar negeri ini akan dibagikan oleh akademisi FKIP Bahasa Inggris Universitas Jambi, Bunga Ayu Wulandari.
Pengalamannya akan disampaikan dalam diskusi daring dengan tajuk “Bincang Sore: Woman Can Multitask Better Than a Man? Myth or Reality?. Obrolan santai ini akan dilaksanakan pada Sabtu sore ini (25/7/2020) pukul 16.00 WIB.
“Bincang santai saja bersama Herwansyah Muis, yang juga dosen UNJA yang sedang kuliah di Belanda. Tujuannya, berbagi pengalaman, tips trik dengan anak-anak muda yang ingin kuliah di luar negeri,” kata perempuan yang kerap dipanggil Neng ini.
Alumnus FKIP Bahasa Inggris Unja Angkatan 2000 ini juga menuturkan, bincang sore ini diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi anak-anak muda, khususnya para mahasiswa Universitas Jambi.
Ditambahkannya, menyelesaikan studi di luar negeri membutuhkan totalitas dan disiplin waktu yang tinggi. Apalagi, bila kuliah sambil mengurus keluarga.
“Itu sungguh tak mudah, namun bisa dilakoni semua asalkan mempunyai komitmen, keseriusan dan komunikasi yang baik dengan keluarga,” ujar penerima beasiswa Australia Developments Scholarship (ADS) di Monash University ini.
Diakhir obrolan Bunga mengaku selama delapan tahun di Australia mendapatkan banyak keluarga angkat serta banyak memperoleh bantuan dari teman seperjuangan sesama akademisi.
“Intinya, asalkan punya semangat dan tak cepat menyerah bisa kok kuliah negeri itu. Selain bisa dapat ilmu juga punya keluarga baru di benua lain,” tandas perempuan asal Bungo peraih beasiswa BPPLN DIKTI pada progam PhD di Victoria University ini.
Discussion about this post